Hallo kawan-kawan blogger! Apa kabar? Gilak, sudah berapa lama gue nggak aktif menulis di sini?! Hoam... Baru bangun nih sepertinya. Hehehe... Kegiatan menulis di blog ini gue tinggalkan karena tugas kuliah yang super menumpuk. So... How glad to write down what's on my mind here after a long time hehe.
Gue mau sekadar ngasih tau aja, beberapa lama gue nggak nulis di sini, tapi kebesaran Tuhan telah terjadi dalam hidup gue di bidang akademik. Ya setelah gagal sebanyak tiga kali, puji Tuhan di kali ke-empat gue diloloskan dalam tes yang berjudul Ujian Masuk Bersama. Dan sekarang, gue menuntut ilmu di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berlokasi di Jl. Raya Jakarta, Serang, Banten. Masih sedikit yang mengetahui UNTIRTA, ya? Selow alias woles, sudah biasa kok gue. Hehe
Daripada kebanyakan ngelantur soal kehidupan gue yang (pasti) kurang penting itu, di postingan kali ini akan dibahas dua film yang tanggal 14 Februari 2013 lalu gue tonton bersama dua manusia yang gue panggil sahabat, yaitu
Elisabeth Yossy Aurelia dan
Lucia Roberta Verazenia. Kita janjian nonton di 21 Depok Town Square.
 |
Tiket Nontonnya XD |
Film yang kita tonton hari itu adalah Kata Hati dan Rectoverso. Kata Hati tayang pukul 12:45 dan Rectoverso 16:45. Kata Hati, seperti yang kita tahu adalah sebuah film yang diadaptasi dari buku berjudul sama yang dikarang oleh
Bernard Batubara. Sementara, penulis skenarionya adalah Haqi Achmad. Film yang disutradarai oleh Iqbal Rais ini dibintangi oleh Boy Hamzah sebagai Randi, Joanna Alexandra sebagail Filla, Kimberly Ryder sebagai Dera, dan Arnhezky Arczhanka sebagai Adrian. Kebanyakan cerita ini mengambil latar di kafe bernama Lecker yang berlokasi di Jogjakarta. Mengisahkan Filla yang pemalu dan sulit dalam mengungkapkan apa yang ia rasa, mau, dan butuhkan. Hingga ia menyesali sikap tersebut, saat sahabatnya Adrian harus pergi ke Australia dan Filla tak kunjung mengutarakan cintanya. Dan kisah cinta pahit yang dialami Randi yang ditinggalkan oleh Dera. Perempuan itu berusaha menggapai cita-cita dan hijrah ke Jakarta untuk menggapainya. Biar nggak kebanyakan beber film ini... Tonton langsung aja yak ke bioskop terdekat huehehehe XD
Menurut gue, film Kata Hati dengan bukunya memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan latar tempat dan jalan cerita. Setelah sehari sebelumnya (13 Februari 2013), gue merasa sangat antusias untuk menonton film itu di tanggal perdana penayangannya, eh ternyata berujung kepuasan yang berada di titik 40% :). Gue sendiri berharap ceritanya akan lebih luar biasa dari bukunya. Namun salut dengan pemilihan pemain film garapan PT Rapi Films ini. Terutama Joanna Alexandra yang bermain sebagai Filla. She did very good! Expresinya "dapet" deh. Kimberly dan Boy juga berakting bagus di sini. Dan kang Jo yang berperan sebagai coffee and chocolate maker juga menyegarkan film ini dengan lelucon khasnya.
Rectoverso. Film ini juga merupakan adaptasi dari buku berjudul sama karya Dewi 'dee' Lestari. Memiliki lima latar cerita yang berbeda, yang juga disutradarai oleh lima orang berbeda pula. Cerita pertama yang disutradarai Marcella Zalianty mengangkat tema cinta seorang penderita autis kepada seorang wanita dengan sepenuh jiwanya. Abang yang diperankan oleh Lukman Sardi adalah seorang autisme yang dalam kesehariannya selalu ditemani oleh Prisia Nasution yang berperan sebagai Leia. Mereka berdua kerap kali menghabiskan waktu bersama di taman belakang. Hingga akhirnya Abang menaruh hati atau lebih tepatnya jiwa yang ia miliki kepada seorang Leia, yang ia anggap sangat mengasihinya. Namun ada suatu hal terjadi, yang disebabkan oleh Hans, adik Abang. Apakah itu?
Cerita ke-dua yang diperankan oleh Asmirandah, Dwi Sasono, dan Widyawati mengambil tema firasat. Di dalam cerita ini, Senja (Asmirandah) dan Panca (Dwi Sasono) tergabung dalam sebuah klub; Firasat. Klub ini seringkali mengadakan pertemuan dan menceritakan firasatnya masing-masing. Lalu kemudian Senja memiliki firasat aneh tentang kepergian Panca ke Padang.
Cerita ke-tiga bertema curhat seorang sahabat. Diperankan oleh Acha Septriasa dan Indra Birowo. Amanda yang diperankan oleh Acha memiliki banyak pengalaman dalam soal cinta. Kekasih yang pernah dimilikinya selalu aneh dalam tingkah laku dan kebiasaan. Reggie yang diperankan oleh Indra adalah sahabat dekat Amanda yang selalu ada dalam tiap susah dan senangnya. Saat Amanda jatuh sakit, Reggie lah yang menemaninya di rumah. Reggie adalah sahabat super setia yang dimiliki Amanda.
Cerita ke-empat bertemakan cinta lima traveler. Lima traveler ini selalu berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya.Sampai pada akhirnya Al bergabung ke milis ini. Dan Ia menaruh hati pada Raga. Ia ingin sekali melihat warna matanya, karena selama ini Al hanya memandangi Raga dari punggungnya saja. Dan pada akhirnya, Al mengetahui warna mata Raga. Ia dan kebahagiannya sangat sederhana.
Cerita kelima bertemakan cinta seorang seniman pada wanita yang dikenalnya di sebuah klab. Pada suatu ketika, Andre atau yang biasa dipanggil Taja melihat Saras (Sophia Muller) yang memiliki tattoo cicak. Karena Taja sangat menyukai cicak, semakin suka pula lah ia pada Saras. Tapi suatu saat Saras menghilang dari hidup Taja. Dan setelah bertemu kembali, hancurlah hatinya. Bertanya "Ada Apa dan Mengapa?" Mari saksikan di bioskop terdekat XP
Buku Rectoverso sendiri belum gue baca. Namun kisah yang ditampilkan di fim ini cukup membuat saya bingung di awal pemutaran film. Penonton dijak berputar dari satu cerita ke cerita lainnya. Namun kelima cerita itu memiliki satu tagline yang sama, yaitu "Cinta Yang Tak Terucap". Namun kita akan mulai bisa masuk ke kelima cerita itu di pertengahan pemutaran film. Gue sendiri paling 'sreg' di cerita garapan Marcella Zalianty. Cinta yang begitu tulus hingga menaruh jiwa di manusia lain itu tidaklah mudah. Gue yakin, orang yang mudah menangis, pasti terharu setelah menonton film ini. Dan cerita yang gue sukai setelah itu adalah kisah lima orang traveler. Perempuan cantik yang berperan sebagai Al di sini berpenampilan sederhana dan dengan kata-katanya mampu membuat kawan-kawan satu milisnya tercengang saat ia mulai membeberkan kisah cintanya.
Menurut gue, di antara kedua film ini Rectoverso is better than Kata Hati. Very reccomended dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Tata cahaya di film Rectoverso sangat menawan, terutama di bagian Seja dan Panca dengan firasatnya. Kedua film ini merupakan saingan berat baik di dunia nyata, maupun di dunia maya (baca: twitter). Gue pun bela-belain sebelum ngampus lagi di tanggal 18 Februari 2013 nanti, untuk membuktikan kualitas kedua film ini.
Jadi, tunggu apa lagi? Selamat menonton semuanya. Yuuuk kita majukan perfilman Indonesia! :)