Maret 01, 2013

Review Raksasa dari Jogja; Rasa Sakit

Selamat pagi, siang, sore, malam, dan dini hari kawan-kawanku yang terdahsyat di seluruh jagat raya. Apa kabar? Sehat, segar, loyo (apanya?!), atau luar biasa? Semoga semua super ya di sana *kirim cium dari jauh* Kabar gue sih sangat super, seperti titel baru yang diberikan oleh kawan-kawan gue Me-PerDiahNDOT, dan AnaPITAKTUT yaitu #Deborateguh

Beberapa hari ini gue memikirkan tentang sesuatu, yaitu rasa sakit. Apa sih yang kalian pikirkan setelah muncul kata itu? Kasih tau ya di comment box XD. Kalau menurut gue, rasa sakit itu adalah ketika lu telah mengorbankan suatu hal demi orang lain dan nggak mengharapkan balasan, namun orang itu malah justru menggoreskan luka yang dalam tanpa toleransi dan alasan yang jelas. Lalu... Kenapa ya hal ini bisa muncul? Siapa yang salah?

Mama.. Aku Bingung

Februari 22, 2013

Review Hansel and Gretel Witch Hunters [Film]

Hallooou.. Sekitar seminggu-an gue nggak memposting se-su-a-tu di blog ini. Apa kabarnya kalian? Baek aja apa baek banget? >,< Kabar gue sih baik banget. Jadi, seminggu kebelakang gue melakukan banyak kegiatan. Kegiatan yang paling utama pastinya kuliah. Dan surprising banget dosen sudah memberi tugas di "minggu perkenalan" ini. Hahaha...

Kali ini gue pengin kasih review film Hansel and Gretel Witch Hunters. Gue nonton film ini di Summarecon Mall Serpong bersama sahabat gue tercinta, Diah Erina Lestari (Si Ramping). Saat kita menuju ke SMS, betapa sialnya karena diguyur hujan dari perempatan serpong menuju ke mall itu. Dan kecantikan itu meluntur sudah.. #MamaMamaMamaTolonglahAkuYangSedangBasah

Sebelum kita nonton, karena lagi punya rezeki maka diputuskan lah untuk menempelkan pantat sejenak di Poke Sushi, SMS. Diah mesan sushi yang berkeju dan mateng, sementara gue sebagai pecinta salmon mentah, makanya gue memesan all sushi with nigiri salmon dan minumnya ocha panas dong. Kira-kira begini lah rupa pesanan Diah dan gue..

Enak, kaaan?! :p
Setelah makan, Diah dan gue memutuskan untuk menuju destinasi tempat berikutnya yang sudah direncanakan sebelumnya, yaitu XXI SMS. Di sana kita pilah-pilih film yang nggak bakal bikin kita pulang kemaleman, soalnya kita langsung balik ke Serang setelah itu. Dengan naik murni tentunya XD. Setelah menimbang BERAT BADAN DIAH dan memutuskan, akhirnya kita memilih Hansel and Gretel Witch Hunters. Sebelum nonton, ka Azy, senior kita sudah merekomendasikan film ini ke kita. Sehabis itu kita beli tiket, deh.


Karena Diah pengin ketemu temannya yang kerja di Bakerzin, pergi lah kita ke sana sebelum film diputar. Dan setelah nongkrong di downtown untuk sekian lama buat pamerin rambut gue yang lagi bagus dan pengin nyari cowok karena gue jones sejati, kita cus lagi ke bioskop. Dan film pun diputar lah..


CAST
Jeremy Renner as Hansel
Gemma Arterton as Gretel
Pihla Viitala as Mina
etc.

Dikisahkan ada dua kakak-beradik bernama Hansel dan Gretel. Pada awal film ini, ayah mereka meninggalkannya di dalam hutan yang gelap. Dan suatu ketika mereka melihat ada rumah di dalam hutan itu. Mereka merasa senang, karena menemukan bahwa rumah itu terbuat dari permen (di awal film ini, Hansel dan Gretel masih kanak-kanak). Mereka memakan permen itu dengan lahap dan terkejut lah mereka, bahwa yang tinggal di dalam rumah tersebut adalah seorang penyihir bermuka seram. Mereka tak dapat keluar dari rumah tersebut. Namun Hansel dan Gretel berusaha berpikir bagaimana caranya agar mereka bisa keluar dari rumah si penyihir. Dan akhirnya penyihir itu pun mereka masukkan ke dalam tungku pembakaran, lalu mati lah dia. Selanjutnya, Hansel dan Gretel terkenal sebagai kakak-beradik pemburu para penyihir gelap. Mereka melakukan banyak aksi-aksi menegangkan dengan nyawa sebagai taruhannya. Bagaimana kisah selanjutnya? Mumpung masih tayang di bioskop, yuk segera pergi ke sana! ;p

Menurut gue, film garapan Tommy Wirkola yang juga penulis buku berjudul sama ini SWANGAT KWEREN. Efek di film ini terlihat sangat nyata dan menyatu dengan kehidupan para tokohnya. Permainan sound dan tata cahayanya juga bagus. Pemilihan kostum yang mengambil tema zaman dulu juga sangat bagus. Dan tata rias untuk para penyihir juga mampu membangkitkan bulu kuduk siapa pun yang melihatnya. SEREMNYA DAPET BANGEEET. Akting Jeremy dan Gemma pun sangat memukau. Karakter Hansel yang cuek namun sangat sayang terhadap Gretel dapat dengan mudah kita temukan dalam diri Jeremy dan karakter Gretel yang sayang kepada kakaknya juga peduli terhadap kota yang didiaminya dapat kita saksikan lewat akting Gemma yang memukau. Adegan-adegan dalam film ini pun membuat jiwa kita, penontonnya bisa melayang jauh ke dunia khayal. DAN LOE TAO GAK SICH, sewaktu film berlangsung, gue meninju-ninju sendiri ke depan, karena terpengaruh akting Jeremy dan Gemma --, HAHAHA. Dan Diah juga berkomentar bahwa film ini sangat bagus. Kita patut berterima kasih sama ka Azy unyu unyu! Mekazeh, eakkk! Film ini..


AWWWWWESOME

Sehabis film diputar.. Gue pun menyempatkan diri untuk berfoto-foto sama Diah. seperti biasa, gue selalu berharap akan ada manusia bernama --------- ada di tempat yang sama dengan gue, tapi itu hanya harapan gue saja hahaha...



Akhir kata... Selamat memulai perkuliahan semuanya. Semangat belajarnya! Mohon dukungan lu, elu, dan eluh buat SBMPTN yang akan gue ikuti tahun ini. Ciao!~

Februari 15, 2013

Review Kata Hati; Sebutlah Itu Cinta [Dengarkan Kata Hatimu] dan Rectoverso; Cinta Yang Tak Terucap [Cinta Tak Harus Selalu Diumbar] (Film)

Hallo kawan-kawan blogger! Apa kabar? Gilak, sudah berapa lama gue nggak aktif menulis di sini?! Hoam... Baru bangun nih sepertinya. Hehehe... Kegiatan menulis di blog ini gue tinggalkan karena tugas kuliah yang super menumpuk. So... How glad to write down what's on my mind here after a long time hehe. 

Gue mau sekadar ngasih tau aja, beberapa lama gue nggak nulis di sini, tapi kebesaran Tuhan telah terjadi dalam hidup gue di bidang akademik. Ya setelah gagal sebanyak tiga kali, puji Tuhan di kali ke-empat gue diloloskan dalam tes yang berjudul Ujian Masuk Bersama. Dan sekarang, gue menuntut ilmu di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berlokasi di Jl. Raya Jakarta, Serang, Banten. Masih sedikit yang mengetahui UNTIRTA, ya? Selow alias woles, sudah biasa kok gue. Hehe

Daripada kebanyakan ngelantur soal kehidupan gue yang (pasti) kurang penting itu, di postingan kali ini akan dibahas dua film yang tanggal 14 Februari 2013 lalu gue tonton bersama dua manusia yang gue panggil sahabat, yaitu Elisabeth Yossy Aurelia dan Lucia Roberta Verazenia. Kita janjian nonton di 21 Depok Town Square.


Tiket Nontonnya XD

Film yang kita tonton hari itu adalah Kata Hati dan Rectoverso. Kata Hati tayang pukul 12:45 dan Rectoverso 16:45. Kata Hati, seperti yang kita tahu adalah sebuah film yang diadaptasi dari buku berjudul sama yang dikarang oleh Bernard Batubara. Sementara, penulis skenarionya adalah Haqi Achmad. Film yang disutradarai oleh Iqbal Rais ini dibintangi oleh Boy Hamzah sebagai Randi, Joanna Alexandra sebagail Filla, Kimberly Ryder sebagai Dera, dan Arnhezky Arczhanka sebagai Adrian. Kebanyakan cerita ini mengambil latar di kafe bernama Lecker yang berlokasi di Jogjakarta. Mengisahkan Filla yang pemalu dan sulit dalam mengungkapkan apa yang ia rasa, mau, dan butuhkan. Hingga ia menyesali sikap tersebut, saat sahabatnya Adrian harus pergi ke Australia dan Filla tak kunjung mengutarakan cintanya. Dan kisah cinta pahit yang dialami Randi yang ditinggalkan oleh Dera. Perempuan itu berusaha menggapai cita-cita dan hijrah ke Jakarta untuk menggapainya. Biar nggak kebanyakan beber film ini... Tonton langsung aja yak ke bioskop terdekat huehehehe  XD

Menurut gue, film Kata Hati dengan bukunya memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan latar tempat dan jalan cerita. Setelah sehari sebelumnya (13 Februari 2013), gue merasa sangat antusias untuk menonton film itu di tanggal perdana penayangannya, eh ternyata berujung kepuasan yang berada di titik 40% :). Gue sendiri berharap ceritanya akan lebih luar biasa dari bukunya. Namun salut dengan pemilihan pemain film garapan PT Rapi Films ini. Terutama Joanna Alexandra yang bermain sebagai Filla. She did very good! Expresinya "dapet" deh. Kimberly dan Boy juga berakting bagus di sini. Dan kang Jo yang berperan sebagai coffee and chocolate maker juga menyegarkan film ini dengan lelucon khasnya.

Rectoverso. Film ini juga merupakan adaptasi dari buku berjudul sama karya Dewi 'dee' Lestari. Memiliki lima latar cerita yang berbeda, yang juga disutradarai oleh lima orang berbeda pula. Cerita pertama yang disutradarai Marcella Zalianty mengangkat tema cinta seorang penderita autis kepada seorang wanita dengan sepenuh jiwanya. Abang yang diperankan oleh Lukman Sardi adalah seorang autisme yang dalam kesehariannya selalu ditemani oleh Prisia Nasution yang berperan sebagai Leia. Mereka berdua kerap kali menghabiskan waktu bersama di taman belakang. Hingga akhirnya Abang menaruh hati atau lebih tepatnya jiwa yang ia miliki kepada seorang Leia, yang ia anggap sangat mengasihinya. Namun ada suatu hal terjadi, yang disebabkan oleh Hans, adik Abang. Apakah itu?

Cerita ke-dua yang diperankan oleh Asmirandah, Dwi Sasono, dan Widyawati mengambil tema firasat. Di dalam cerita ini, Senja (Asmirandah) dan Panca (Dwi Sasono) tergabung dalam sebuah klub; Firasat. Klub ini seringkali mengadakan pertemuan dan menceritakan firasatnya masing-masing. Lalu kemudian Senja memiliki firasat aneh tentang kepergian Panca ke Padang.

Cerita ke-tiga bertema curhat seorang sahabat. Diperankan oleh Acha Septriasa dan Indra Birowo. Amanda yang diperankan oleh Acha memiliki banyak pengalaman dalam soal cinta. Kekasih yang pernah dimilikinya selalu aneh dalam tingkah laku dan kebiasaan. Reggie yang diperankan oleh Indra adalah sahabat dekat Amanda yang selalu ada dalam tiap susah dan senangnya. Saat Amanda jatuh sakit, Reggie lah yang menemaninya di rumah. Reggie adalah sahabat super setia yang dimiliki Amanda.

Cerita ke-empat bertemakan cinta lima traveler. Lima traveler ini selalu berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya.Sampai pada akhirnya Al bergabung ke milis ini. Dan Ia menaruh hati pada Raga. Ia ingin sekali melihat warna matanya, karena selama ini Al hanya memandangi Raga dari punggungnya saja. Dan pada akhirnya, Al mengetahui warna mata Raga. Ia dan kebahagiannya sangat sederhana.

Cerita kelima bertemakan cinta seorang seniman pada wanita yang dikenalnya di sebuah klab. Pada suatu ketika, Andre atau yang biasa dipanggil Taja melihat Saras (Sophia Muller) yang memiliki tattoo cicak. Karena Taja sangat menyukai cicak, semakin suka pula lah ia pada Saras. Tapi suatu saat Saras menghilang dari hidup Taja. Dan setelah bertemu kembali, hancurlah hatinya. Bertanya "Ada Apa dan Mengapa?" Mari saksikan di bioskop terdekat XP

Buku Rectoverso sendiri belum gue baca. Namun kisah yang ditampilkan di fim ini cukup membuat saya bingung di awal pemutaran film. Penonton dijak berputar dari satu cerita ke cerita lainnya. Namun kelima cerita itu memiliki satu tagline yang sama, yaitu "Cinta Yang Tak Terucap". Namun kita akan mulai bisa masuk ke kelima cerita itu di pertengahan pemutaran film. Gue sendiri paling 'sreg' di cerita garapan Marcella Zalianty. Cinta yang begitu tulus hingga menaruh jiwa di manusia lain itu tidaklah mudah. Gue yakin, orang yang mudah menangis, pasti terharu setelah menonton film ini. Dan cerita yang gue sukai setelah itu adalah kisah lima orang traveler. Perempuan cantik yang berperan sebagai Al di sini berpenampilan sederhana dan dengan kata-katanya mampu membuat kawan-kawan satu milisnya tercengang saat ia mulai membeberkan kisah cintanya. 


Menurut gue, di antara kedua film ini Rectoverso is better than Kata Hati. Very reccomended dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Tata cahaya di film Rectoverso sangat menawan, terutama di bagian Seja dan Panca dengan firasatnya. Kedua film ini merupakan saingan berat baik di dunia nyata, maupun di dunia maya (baca: twitter). Gue pun bela-belain sebelum ngampus lagi di tanggal 18 Februari 2013 nanti, untuk membuktikan kualitas kedua film ini. 

Jadi, tunggu apa lagi? Selamat menonton semuanya. Yuuuk kita majukan perfilman Indonesia! :)